Beranda » Novel » Getar Piano dan Dendang Kerinduan

Getar Piano dan Dendang Kerinduan

Penulis: Syamdani

Tahun Terbit: September 2026

ISBN: dalam proses

Kategori: Fiksi

Harga: Rp. 65.000

Pembelian: Hubungi No WA: 085641616862

 

Sinopsis

“Getar Piano dan Dendang Kerinduan” karya Syamdani adalah sebuah novel berlatar belakang Kota Padang tahun 1905 yang merekam benturan peradaban, dinamika kolonialisme, serta kisah cinta yang terhalang oleh sekat adat, ras, dan ruang zaman. Di tengah kesibukan Pelabuhan Muaro dan kawasan Pasa Gadang yang kaya akan aroma rempah, hiduplah Siti Zulaikha, seorang perempuan Minangkabau berjiwa kokoh yang bertindak sebagai penjaga martabat kaumnya. Hatinya telah lama tertambat kepada Ah Lan, seorang pemuda Tionghoa perantauan yang sedang menempuh studi kedokteran di Shanghai, dipisahkan oleh samudra yang luas, batas etnis kolonial, serta surat-surat yang perjalanan posnya kerap tersendat dan mulai memudar.

Di sisi lain, hadir Jan van der Meer, seorang pemuda Belanda putra pejabat tinggi pemerintahan kolonial yang terpesona sekaligus terobsesi pada keteguhan sikap Zulaikha. Jan mencoba mendekati Zulaikha melalui alunan musik piano dan berbagai upaya kultural untuk menyelami jiwa pribumi yang baginya penuh teka-teki. Kendati demikian, perhatian terbuka Jan justru memicu kecaman adat yang keras, kemarahan keluarga dari Datuk Paduko Alam, serta ancaman langsung dari Sutan Malano yang menganggap hubungan tersebut sebagai noda atas kehormatan kaum. Zulaikha pun terkurung dalam dilema pelik di antara penantian kabar Shanghai yang semakin tak pasti, gema sonata piano Eropa yang meresahkan, dan tekanan perjodohan adat di Pariaman.

Melalui simbolisme yang kuat antara denting piano Pleyel, alunan saluang tradisional, hingga ratapan dawai erhu Tiongkok, novel ini menghadirkan sebuah narasi puitis tentang ketabahan manusia. Karya ini bukan sekadar kisah roman segitiga biasa, melainkan sebuah penghormatan mendalam bagi Kota Padang tempo dulu yang merekam bagaimana cinta sejati dan keikhlasan mampu bertahan di tengah gemuruh perubahan zaman.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less